Djoin dan Baliola Integrasikan Blockchain Mandala Chain ke Ekosistem Djoin untuk Perkuat Keamanan Data dan Transparansi Kredit Koperasi Indonesia
Kolaborasi teknologi lokal Bali mempercepat transformasi digital sektor koperasi menuju standar global
Denpasar, Indonesia – 28 November 2025
Djoin, startup teknologi asal Bali yang mengembangkan platform digital COOPMAX dan KOCEK (Koperasi Checking), mengumumkan kolaborasi strategis dengan Baliola untuk mengintegrasikan teknologi Mandala Chain blockchain ke dalam ekosistem Djoin.
Inisiatif ini berfokus pada penerapan mekanisme persetujuan berbagi data (data-sharing approval) berbasis smart contract, yang dirancang untuk memberikan keamanan tinggi, transparansi penuh, serta jejak audit yang terverifikasi bagi koperasi di seluruh Indonesia.
Mandala Chain sendiri merupakan teknologi blockchain yang dikembangkan oleh Baliola sejak 2022 dan kini telah menjadi bagian dari ekosistem Polkadot sebagai Parachain, sehingga mengikuti standar keamanan dan interoperabilitas global.
Melalui kolaborasi ini, koperasi yang menggunakan KOCEK akan memperoleh peningkatan signifikan seperti:
- Persetujuan berbagi data otomatis dan tidak dapat dimanipulasi
- Integrasi data aman melalui API Mandala Chain
- Validasi bukti transaksi data untuk kepatuhan audit
- Penurunan risiko kredit dan potensi fraud secara lebih terukur
“KOCEK dibangun untuk membantu koperasi mempercepat proses analisa dan meminimalkan risiko pinjaman. Dengan hadirnya Mandala Chain, kami membawa standar baru dalam transparansi dan keamanan data koperasi,” oleh Indra Adhi Suputra, CEO Djoin
Setelah fase integrasi teknologi Mandala Chain (Parachain dari POLKADOT) ke dalam platform Kocek.ai resmi diluncurkan pada Maret 2025, kolaborasi Baliola dan Djoin kini memasuki tahap penting berikutnya: validasi pengguna di ekosistem koperasi dan lembaga keuangan mikro.
Perjalanan kolaborasi yang dimulai pada akhir tahun 2024 ini berjalan melalui beberapa fase krusial, mulai dari pengembangan smart contract (kontrak pintar), integrasi API (Application Programming Interface), hingga pengujian sistem secara tertutup. Setelah peluncuran publik di awal tahun 2025, platform ini mulai digunakan oleh koperasi-koperasi percontohan untuk menguji manfaat teknologi ledger (sistem pencatatan digital yang menyimpan data transaksi secara permanen, transparan, dan tidak bisa diubah) terdistribusi dalam proses persetujuan berbagi data dan verifikasi transaksi.
Mandala Chain Foundation turut mendukung sebagai penyedia pendanaan riset, pengawas proyek, dan pelaksana kampanye publik untuk mempercepat adopsi teknologi blockchain di sektor riil.
Roadmap Implementasi: Menuju Peluncuran Publik 2025
Proyek integrasi ini sudah berlangsung intensif, mulai Desember 2024 hingga Maret 2025. Tahapan dimulai pada 16 Desember 2024 dengan persiapan teknis dan finalisasi rencana riset. Pada 16 Januari 2025, proses difokuskan pada pengembangan smart contract dan modul integrasi transaksi. Selanjutnya, 16 Februari 2025 menjadi fase penting pengujian sistem bersama koperasi pengguna KOCEK untuk memastikan seluruh fungsi berjalan optimal di lingkungan nyata.
Solusi blockchain ini resmi diluncurkan pada 16 Maret 2025, disertai kampanye edukasi nasional untuk mendorong adopsi teknologi pada koperasi.
Indikator Keberhasilan
Keberhasilan proyek akan diukur berdasarkan:
- Smart contract berfungsi penuh dalam operasional koperasi
- Integrasi API dinyatakan stabil dan siap produksi
- Peningkatan kesadaran publik dan pemanfaatan Mandala Chain pada sektor koperasi
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pionir penerapan blockchain dalam industri koperasi Indonesia, serta memperkuat posisi teknologi lokal dalam peta transformasi digital nasional.

